Antisipasi Lonjakan Permintaan Mobil Baru, Daihatsu Siapkan 2 Shift Proses Produksi

Tech & Otomotif


proses produksi mobil baru daihatsu disiapkan menjadi 2 shift
New Daihatsu Ayla dan Sirion (Foto: Daihatsu)

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi selama dua pekan. Sebagai perusahaan yang berdomisili di Jakarta, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil Daihatsu akan tetap menjalankan aktivitas produksi mobil di pabriknya yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara. Perusahaan akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan terus mengawasi para pekerja pabrik sesuai dengan peraturan PSBB.

Awal bulan lalu, Daihatsu mulai kembali memproduksi mobil yang ditujukan bagi pasar ekspor. Pada bulan ini Daihatsu berencana menambah jumlah produksi mobil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan baik dari pasar domestik maupun ekspor di masa mendatang. Volume produksi bulan ini belum dalam jumlah yang besar karena seluruh aktivitas dan proses produksi harus memenuhi protokol Covid-19

Pihak Daihatsu saat ini tengah mempersiapkan proses produksi mobil di pabrik secara 2 shift. Implementasi penerapan produksi 2 shift masih dalam tahap latihan pada Juli 2020 dan diharapkan akan secara optimal diimplementasikan mulai  Agustus 2020.

“Kami berharap, persiapan produksi 2 shift di bulan Juli 2020 akan menjadi awal kenaikan produksi selanjutnya di sisa tahun 2020. Semoga ekonomi Indonesia dapat segera pulih dan pasar mobil bergairah kembali,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT ADM, dalam keterangan resmiya, Kamis (2/7/2020).

Penjualan Mobil di Masa Pandemi Covid-19 Sulit

Di tengah Covid-19 daya beli masyarakat terhadap mobil baru menurun drastis. Amelia mengaku bila penjualan mobil baru kini semakin sulit, di samping ekonomi melambat ditambah lagi pihak leasing memperketat persyaratan untuk pengajuan kredit. Untuk saat ini, perusahaan leasing juga banyak yang tidak menerima konsumen baru.

Melihat kondisi yang ada saat ini, Amelia pun pesimistis bila penjualan bulan Juni belum membaik.

banner-ad

“Membeli mobil harus punya daya beli, dan kita harus melihat GDP suatu negara. Untuk Juni saya perkirakan tidak naik banyak karena daya beli belum maksimal. Dikasih diskon besar, kalau konsumen tidak mampu maka tidak diterima (leasing),” tuturnya.

Pemberian diskon pembelian mobil demi meningkatkan angka penjualan dirasa tidak ada gunanya sama sekali di masa krisis sekarang ini. Dirinya mengungkapkan adanya diskon besar tanpa dibarengi dengan kemampuan atau daya beli pun sulit meningkatkan penjualan mobil secara signifikan.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Tiga Bulan Tidak Kerja, Mobil Alphard Via Vallen Belum Perpanjang Asuransi