Sudah Punya Wonderkid Di Lini Belakang, Manchester City Dianggap Tak Butuh De Ligt

Sports


Berita Liga Inggris: Setelah melewatkan kesempatan dalam mendapatkan servis salah satu wonderkid Ajax, maka dapat dipahami kenapa Manchester City bertekad untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dua kali. City diketahui kalah dari Barcelona dalam mendapatkan tanda tangan Frenkie de Jong, pemain yang mereka anggap sebagai pengganti jangka panjang bagi Fernandinho.

Sekarang perhatian mereka telah beralih ke target selanjutnya yaitu Matthijs de Ligt. Bek tengah berusia 19 tahun itu memang telah dikaitkan dengan langkah perpindahan sebesar 75 juta poundsterling ke Etihad. Tetapi setelah sudah membuat 97 penampilan bagi Ajax, De Ligt hampir pasti sudah memiliki pilihan klubnya selanjutnya.

Dan kita bisa melihat mengapa City tertarik dengan servisnya. Seperti diketahui bahwa ketidakpastian masih melingkupi masa depan Vincent Kompany dan bahkan jika ia tinggal selama satu tahun lagi, ia terus menderita dengan masalah kebugaran dan tampaknya tidak lama lagi bagi dirinya untuk menepi dari permainan.

City sebetulnya memiliki tiga bek tengah yang dapat mereka andalkan pada diri John Stones, Aymeric Laporte dan Nicolas Otamendi, di mana ketiganya terus bersaing untuk mendapatkan tempat di skuat utama. Stones dan Laporte, mungkin pasangan terbaik dimiliki City saat ini, keduanya diketahui masih berusia 24 tahun. Namun menjaga mereka semua tetap bahagia bisa menjadi sebuah tantangan terbesar bagi Pep Guardiola, seperti yang dia akui baru-baru ini.

Jika Kompany dapat bermain satu tahun lagi maka kebutuhan City untuk bek tengah yang baru akan lebih mudah dan, yang sama pentingnya, mereka mungkin memiliki wonderkid mereka sendiri, yang mereka dapat bina selama beberapa tahun ke depan untuk menggantikan bek veteran asal Belgia itu dengan mulus.

City sendiri telah melihat bagaimana beberapa talenta akademi terbaik mereka pindah ke klub lain demi mendapatkan waktu bermain di tim utama. Tentu mereka tidak ingin melihat skenario itu terulang kembali terhadap Eric Garcia. Setelah tiba di City dari akademi Barcelona pada musim panas 2017 lalu, Garcia dianggap bisa memiliki karir yang gemilang. Dan saat berusia 17 tahun ia mengambil kesempatan untuk bersinar di tur pra-musim City pada musim panas lalu.

banner-ad

“Eric Garcia masih berusia 17 tahun tetapi telah bermain seperti dia sudah berusia 24 atau 25 tahun,” ujar Guardiola dengan antusias setelah pertandingan persahabatan dengan Borussia Dortmund kala itu. Garcia, yang berusia 18 tahun pada bulan lalu, telah menjalani tiga pertandingan bersama City di Carabao Cup pada musim ini, termasuk dua leg di babak semifinal kontra Burton Albion. Dan perkembangan permainannya tentu dapat digunakan kembali dalam laga di ajang Piala FA di Newport County pada akhir pekan ini.

Guardiola terus berbicara secara efektif tentang Garcia. Bulan lalu dia mengatakan, “Saya bisa mengandalkannya. Dia telah menunjukkan kepada saya kepribadian yang luar biasa, di Carabao Cup dan terutama di pra-musim ketika dia bermain dengan banyak pemain muda. Akan lebih mudah jika Anda adalah seorang pemain muda dan (permainan) Anda telah mendekati Nico (Otamendi) atau David Silva atau Kevin (De Bruyne).”

“Tapi untuk bermain di sana dengan enam atau tujuh pemain akademi, dia adalah kapten sungguhan. Dia membimbing dan dia memimpin. Dalam tiga pertandingan melawan Bayern Munich, Liverpool dan Dortmund, dia sangat bagus. Di Carabao, dia juga sangat baik,” tambahnya. Guardiola mengatakan bahwa faktor kepemimpinan dan kemampuan sepak bola Garcia menjadi satu-satunya keputusan apa yang akan terjadi pada dirinya di masa depan.

“Dia bisa menjadi bek tengah ketiga, keempat atau nomor lima, bertahan satu tahun lagi di akademi, atau kita bisa meminjamnya,” kata bos City itu tentang masa depan bintang mudanya tersebut. Apa pun keputusan City, hal terakhir yang mereka butuhkan untuk kemajuan Garcia adalah dengan merekrut seorang pemain yang bisa memberikan kompetisi baginya dalam menuju ke tim utama. De Ligt mungkin menjadi bek remaja terpanas di Eropa pada saat ini, tetapi dapat dipastikan bahwa Garcia bisa mengambil alih predikat tersebut di beberapa titik.

Artikel Tag: Manchester City, Eric Garcia, Matthijs de Ligt