Tanami Mangrove dibekas Tambang, Menteri LHK apresiasi Gubernur Babel

Food & Travel


Pangkalpinang,Playboyid.com- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengunjungi hutan Manggrove Munjang Kurau Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk melihat langsung pemanfaatan dan pengembangan hutan manggrove menjadi destinasi wisata daerah itu.

“Saya mengapresiasi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang telah memanfaatkan hutan mangroveini sebagai salah satu tempat wisata di Pulau Bangka,” kata Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar usai mengunjungi Hutan Manggrove Munjang di Pangkalpinang, Selasa.28/7

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar ini juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menanami mangrove dan jambu mete di kawasan bekas penambangan bijih timah dan lahan kritis dalam melestarikan lingkungan.

“Saya memberikan apresiasi kepada gubernur yang telah berupaya untuk melestarikan lingkungan dan melindungi hutan dari penambangan, ilegal logging dan lainnya,” kata Siti Nurbaya Bakar di Pangkalpinang,

Ia mengakui tidak mudah melakukan mereklamasi lahan bekas tambang, kritis dan melindungi hutan ini, apalagi Babel daerah tambang timah, namun sebagai pemimpin, Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan telah berbuat untuk melindungi hutan ini dari kerusakan.

banner-ad

“Saya sangat menyambut positif upaya Babel yang telah melakukan rehabilitasi lahan kritis, sehingga ke depan daerah penghasil bijih timah nomor dua terbesar dunia akan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia mengatakan intinya mangrove itu adalah “resources” besar di dunia, itu ada di Indonesia, dan sekarang menjadi perhatian karena berkaitan dengan emisi karbon. “Mangrove tempat terbaik bersama dengan gambut untuk menahan emisi karbon,” katanya.

Menurut dia pemerintah pusat dalam hal ini telah melakukan kerja sama dengan negara Jerman dan negara-negara di Asia yang mendukung program untuk mangrove.

“Tadi kami telah berdiskusi, konteksnya adalah persoalan reklamasi tambang. Ini adalah hal yang cukup serius pada saat ini. Sedang dipersiapkan rancangan peraturan presiden tentang penangan pasca tambang dan saya minta dalam waktu dekat referensi dari pak gubernur,” ujarnya.

Ia menambahkan Provinsi Bangka Belitung bisa melejit dengan cepat dengan mendapatkan dukungan pemerintah pusat terutama dari sektor kehutanan dan lingkungan. “Sektor ini tanggung jawab saya, tentu saya akan bantu Pak Gubernur,” ujarnya.

Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan mengucapkan terima kasih kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya atas dukungannya dalam rehabilitasi lahan bekas tambang timah di daerah ini.

“Saya bersyukur kepada Ibu Menteri yang mendukung apa yang telah kami lakukan selama ini. Terkait rehabilitasi lahan kritis ekstambang, kami pilih tanaman mangrove dan jambu mete, karena itu memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Jambu mete harga jual mahal, sedangkan mangrove akan kami jadikan lahan budi daya kepiting bakau. Pangsa pasarnya terbuka lebar, dan Ibu Siti Nurbaya sangat setuju apa yang kami lakukan ini,” katanya.

Sementara dalam kunjungan tersebut, Menteri LHK didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan berjalan kaki dan menggunakan perahu nelayan menyusuri hutan manggrove Munjang Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah yang dikembangkan pemerintah daerah sebagai wisata edukasi untuk menggerakan ekonomi warga pesisir itu.

Menurut dia pengembangan dan pemanfaatan hutan manggrove ini tidak hanya dilakukan di Kurau Barat, tetapi di seluruh pesisir pantai di Pulau Bangka dan Belitung, sebagai langkah pemerintah daerah menggerakan perekonomian masyarakat pasca pendemi COVID-19.

“Hutan manggrove ini tidak hanya sebagai wisata edukasi, tetapi juga sebagai pelestarian kepiting bakau, udang dan lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.(wan/an)