Tanjung Pulisan Sulut Diarahkan Jadi KEK Pertama Berkonsep Resort Konservasi dan Taman Laut

Food & Travel


Tanjung Pulisan – Likupang, Sulawesi Utara (Sulut), diarahkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pertama di Provinsi Sulut dengan konsep resort konservasi internasional dan taman laut.

Hal itu ditandai dengan rampungnya penetapan deliniasi yang membuat secara detail peta zonasi.

Bahkan, guna menggenjot niatan tersebut, tim percepatan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara khusus mengawal dari awal. Pembahasan secara mendalam sudah dilakukan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pengusulan KEK Pariwisata pada beberapa waktu lalu.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata Deputi bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar RI, Hengky Manurung mengatakan tinggal selangkah KEK Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang, siap running.

“Kami harap rapat koordinasi ini akan mempercepat pengusulan KEK Tanjung Pulisan, Likupang, agar potensi pariwisatanya dapat dikelola dengan baik. Juga dapat diperkenalkan segera kepada masyarakat luas. Saya optimistis, Tanjung Pulisan yang akan dikembangkan sebagai KEK pertama di Sulawesi Utara ini akan meningkatkan investasi di daerah. Dan membantu menumbuhkan pusat ekonomi baru dengan banyaknya kunjungan wisatawan kelak,” kata Henky.

Henky menambahkan, rakor itu digelar sebagai bentuk tindak lanjut arahan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya untuk menghasilkan 100 destinasi KEK. Sekaligus finalisasi persiapan kunjungan Menpar ke KEK Tanjung Pulisan – Likupang dalam waktu dekat.

banner-ad

“Kemenpar hingga akhir tahun ini akan berfokus untuk menyelesaikan pembangunan lima KEK pariwisata di beberapa destinasi yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Sebanyak lima lokasi KEK pariwisata tersebut yakni di Sukabumi (Jawa Barat), Pangandaran (Jawa Barat), Likupang (Sulawesi Utara), Mentawai (Sumatera Barat), dan Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan),” tambah dia.

Baca juga: KEK Pariwisata Tanjung Kelayang Babel Semakin Diminati Investor

Akan menarik banyak investor

Rakor Tanjung Pulisan (Dok: Kemenpar).

Senada dengan Henky, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, Daniel A. Mewengkang, menyambut baik adanya pelaksanaan rakor percepatan pengusulan KEK Tanjung Pulisan. Menurut dia, hal ini akan banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat sekitar KEK maupun calon investor.

“Hadirnya KEK ini akan memberi tiga manfaat. Pertama akan memberi keamanan investasi dengan disediakannya izin lokasi dan amdal. Kedua mempercepat hadirnya investor dengan disediakannya sarapan prasarana investasi seperti listrik, air, dan jalan. Serta ketiga mengakselerasi kegiatan investasi melalui adanya sistem perizinan terpadu satu pintu (PTSP) atau one stop service investment,” jelas Daniel.

Baca juga: Sail Nias 2019 Dorong Sumut Jadi Gerbang Destinasi Wisata Bahari Kelas Dunia

Rencananya, KEK Tanjung Pulisan, Likupang, Sulut, akan berdiri di atas lahan seluas 396 hektar. Dengan nilai investasi sebesar Rp11 triliun dalam jangka waktu investasi selama 10 tahun.

Proyeksi serapan tenaga kerja yang akan dihasilkan di area KEK Tanjung Pulisan, Likupang, secara rata-rata adalah sekitar 1.500 tenaga kerja pertahun. Melalui rencana bisnis konsep pengembangan pariwisata sebagaimana data Kajian Studi Kelayakan KEK Tanjung Pulisan, Likupang, dari PT. Minahasa Permai Resort Development.

Perwakilan PT. Minahasa Permai Resort Development (MPRD), Paquita Wijaya, menyatakan dalam tiga tahun pertama, KEK Tanjung Pulisan, Likupang, akan berfokus dalam tahap pembangunan infrastruktur. 

Mengingat lokasi KEK Tanjung Pulisan berdekatan dengan hutan lindung. Ke depan nya PT MPRD akan membangun Wallace International Conservation Resort and Marine Park, sebagai salah satu atraksi utama di kawasan tersebut.

Tujuan di balik Pencanangan KEK Tanjung Pulisan

Rakor KEK Tanjung Pulisan (Dok: Kemenpar).

Tujuan dibangunnya area konservasi ini tidak lain untuk mengembalikan keanekaragaman flora dan fauna endemik daerah yang saat ini sudah berkurang jumlahnya.

Paquita juga menuturkan pihaknya sudah bekerja sama dengan investor Singapura terkait pengembangan conservation resort. Sejauh ini juga telah berkomunikasi dengan investor Australia terkait pengembangan marina di KEK Tanjung Pulisan.

Baca juga: Siapin Bujet Rp 20 Jutaan! Kamu Bisa Melepas Penat di Pedalaman Tambrauw, Papua Barat

“Kami yakin, hadirnya KEK Tanjung Pulisan yang menyuguhkan keindahan topografi seperti green savana, perbukitan, dan lautan yang masih pristine ini akan menjadi daya jual bagi wisatawan. Bukan tidak mungkin ke depan, KEK ini akan turut berkontribusi menjadi salah satu destinasi unggulan. Dan mendukung target kunjungan wisatawan baik wisman dan wisnus yang direncanakan oleh Menpar,” pungkas Paquita.

Pantai Tanjung Pulisan

Pantai Tanjung Pulisan (Dok: Kemenpar).

Berada di Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, kamu bakal menemukan satu pantai yang sangat cantik. Pantai Pulisan memiliki hamparan pasir pantai yang indah, dipadu dengan bebatuan yang eksotis serta bukit savanna yang memukau.

Pantai ini menjadi destinasi favorit masyarakat setempat karena keindahan alamnya tersebut. Bahkan, tak sedikit wisatawan, baik yang datang dari luar Sulawesi ikut mengunjungi Maladewanya Minahasa ini.

Pantai Pulisan memang berbeda dari kawasan wisata pantai lainnya di Sulawesi Utara yang sudah namanya terkenal duluan. Tiga spot pemandangan pasir, batu serta padang savana itulah yang membuatnya istimewa.

Baca juga: Pemerintah Fokus Dongkrak Investasi Pariwisata dan Ekonomi Digital pada 2019

Ditambah lagi, pemandangan bawah laut yang dijamin bikin matamu enggan berkedip sedetikpun. Gak salah banyak wisatawan memanfaatkan alam bawah laut disini sebagai lokasi snorkeling. Gak usah mencari tempat yang dalam, cukup menjauh sedikit dari bibir pantai, karang indah akan kamu jumpai disini.

Pantai ini memiliki tiga bagian pantai yang dipisahkan oleh tebing batu yang menjorok ke laut. Spot pertama yakni kawasan yang telah dikelola masyarakat Desa Pulisan. Berkendara dari pusat kota Airmadidi Minahasa Utara, kamu harus berkendara selama 90 menit. Dari Manado, butuh waktu 60 menit berkendara. Total lama perjalanan sendiri mencapai 2 jam 30 menit.

Selama perjalanan, kamu akan disuguhkan dengan pelbagai macam lukisan Tuhan. Untuk ke sini sebaiknya membawa kendaraan pribadi, karena tak ada angkutan umum yang ke tempat ini.

Jika berkesempatan ke Sulawesi Utara, pantai ini sayang jika dilewatkan begitu saja. Kamu harus mampir sejenak untuk bercengkrama dengan alam. Pantai ini sukses memberikan kesan tersendiri bagi siapa saja yang mengunjunginya. (Editor: Winda Destiana Putri).