Segmen MPV dan LCGC Masih Jadi Primadona di Indonesia

Tech & Otomotif


Jakarta –Mobil-mobil di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Low Cost Green Car (LCGC) masih menjadi primadona di Indonesia. Hal ini tak lepas dari karakter orang Indonesia yang suka mobil berkapasitas luas untuk menampung banyak barang dan penumpang, serta harga terjangkau.

Menurut Jongkie Sugiarto Ketua I Gaikindo , mobil di segmen MPV paling merajai penjualan tiap tahun.

MPV dan LCGC

Mobil di segmen MPV dan LCGC diminati masyarakat Indonesia (Foto: Carmudi)

“Indonesia ini ekuivalen dengan negara MPV. Mobil jenis MPV itu bisa terjual 500 ribu sampai 600 ribu di dalam negeri selama satu tahun,” kata Jongkie dalam Webinar “Sektor Otomotif Nasional : Mengubah Tantangan Menjadi Peluang” secara virtual, Kamis (10/06/2021).

Lalu berikutnya, sambung dia, adalah Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) atau lebih dikenal juga dengan sebutan LCGC. Mobil yang bermain di segmen tersebut sudah mencapai pangsa pasar 21%.

banner-ad

“Jadi dua segmen ini (MPV dan LCGC) saja yang menguasai pasar dalam negeri. MPV pangsa pasarnya 51 persen, dan LCGC 21 persen,” terang Jongkie.

Lantas mengapa kedua segmen kendaraan tersebut masih menjadi primadona sampai sekarang? Jongkie mengatakan, salah satu faktor utamanya adalah harja jual yang terbilang murah.

“Daya beli masyarakat kita adanya pada kendaran-kendaraan dengan harga jual di bawah Rp300 juta. Nah, mobil MPV dan LCGC bisa dibeli dengan harga di bawah itu, khususnya Low MPV. Maka dari itu dominasi daripada penjualan di Indonesia ini ada di jenis mobil MPV dan LCGC,” terang dia.

Pemilik Mitsubishi Xpander

97 ribu pemilik Mitsubishi Xpander sudah melakukan perbaikan komponen fuel pump (Foto: Carmudi)

Penjualan Mobil Mulai Tumbuh

Imbas pandemi Covid-19 di Tanah Air membuat daya beli masyarakat terhadap mobil baru menurun. Tak heran bila penjualan mobil turun sangat tajam pada Maret sampai Mei 2020. Bulan berikutnya penjualan mobil sedikit demi sedikit mulai menunjukkan pertumbuhan, walau tidak terlalu signifikan.

Memasuki 2021, penjualan mobil terus tumbuh, terlebih ketika pemerintah menerbitkan program insentif pajak atau diskon PPnBM untuk mobil baru bermesin di bawah 1.500 cc.

“Penjualan empat bulan pertama (Januari-April) di 2021 ketimbang 2020 memang ada peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan tinggi terlihat pada Maret dan April. Ini tentunya, karena ada stimlus kebijakan dari pemerintah mengenai keringanan PPnBM untuk kendaraan 1.500 cc. Lalu, dilanjutkan di bulan April untuk kendaraan 1.501 sampai 2.500 cc,” papar Jongkie.

Toyota New Calya 2019 saat peluncuran. (Foto: Carmudi/Santo)

Berdasarkan data penjualan mobil secara wholesales (pengiriman mobil dari pabrik ke diler) pada Maret 2021, tercatat sebesar 84 ribu unit. Angka tersebut naik cukup tinggi dari bulan yang sama di tahun lalu. Sedangkan pada April 2021, wholesale-nya mencapai 79 ribu unit, naik juga ketimbang 2020.

“Memang di bulan Mei turunnya cukup banyak kurang lebih berada di angka 50 ribuan unit. Karena hari kerja terpotong linbur panjang lebaran, sehingga pabrik maupun diler libur,” pungkas Jongkie.

Baca Juga:

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Post Views: 69